Tentang Nadya

Perjalanan kita untuk bertumbuh tidak hanya ditentukan oleh diri sendiri, tetapi juga oleh sistem tempat kita berada. Ada bagian yang menjadi tanggung jawab pribadi: keberanian untuk berintrospeksi, mengambil keputusan, dan melangkah. Namun di saat yang sama, peluang yang terbuka dan batas yang kita hadapi sering kali dipengaruhi oleh konteks yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali kita.

Karena itu, aku berkontribusi di dua ruang yang saling berkaitan: ruang refleksi personal, mendampingi individu memahami dan mengembangkan potensi yang mereka miliki; serta ruang bersama, baik tim maupun organisasi, untuk membangun sistem yang memungkinkan setiap individu dirayakan dan bertumbuh secara kolektif.

about me hero image

Di sinilah perjalananku dimulai

Perjalananku dimulai pada 2009, ketika aku mendirikan sebuah social enterprise di industri kecantikan setelah lulus sebagai apoteker. Selama hampir satu dekade, aku membangun tim dan mengembangkan bisnis berlandaskan nilai keberlanjutan (sustainability) dan sistem perdagangan yang adil (fair trade).

Seiring waktu, aku semakin tertarik pada pertanyaan mendasar: bagaimana manusia memahami diri dan berelasi dalam sistem yang mereka hidupi. Pertanyaan ini membawaku menekuni berbagai ruang pembelajaran dan praktik, mulai dari fasilitasi, coaching, hingga peran-peran yang berfokus pada keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. Dalam prosesnya, aku melihat bahwa pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan tidak hanya terjadi saat individu berusaha berubah, tetapi juga ketika sistem di sekitarnya memberi ruang untuk berkembang.

Dari sanalah Well-being Journey lahir, sebuah ruang refleksi untuk individu melalui pendekatan journaling dan pembelajaran bersama komunitas.

Kesadaran bahwa kesejahteraan individu tak terpisah dari sistem mendorongku mendirikan Made for Belonging, sebuah ruang di mana aku mendampingi tim dan organisasi membangun budaya yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Mengapa aku melakukan Ini

Aku meyakini bahwa manusia membutuhkan ruang aman untuk memahami diri. Dan bahwa sistem di mana kita berada, baik dalam tim maupun organisasi, perlu dirancang dengan kesadaran, agar setiap individu di dalamnya dapat tumbuh tanpa kehilangan keunikannya.

Aku melihat banyak orang yang memiliki potensi, tetapi belum memiliki ruang untuk benar-benar membaca pola dalam hidupnya. Aku juga melihat organisasi dengan niat baik, namun belum sepenuhnya memiliki struktur yang mendukung keberagaman dan rasa memiliki.

Karena itulah aku memilih mengerjakan apa yang aku kerjakan saat ini; untuk bisa berkontribusi di level individu serta tim atau organisasi.

Bagaimana kita bisa bekerja bersama​

Untuk individu, aku mendampingi melalui coaching reflektif.

Untuk tim dan organisasi, aku bekerja sebagai coach, fasilitator, dan konsultan sesuai konteks kebutuhan.

Pendekatanku

Aku berangkat dari keyakinan bahwa sering kali yang dibutuhkan bukanlah jawaban dari luar, melainkan ruang yang tepat untuk melihat situasi dengan lebih jernih, mengenali potensi yang belum tergali, dan merancang langkah yang selaras dengan nilai yang diyakini.

Dalam proses tersebut, aku menggabungkan refleksi mendalam dengan struktur yang jelas. Kita membaca pola, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan menyusun langkah yang realistis untuk ke depan.

Pengalamanku sebagai founder, coach, fasilitator global, dan konsultan Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) membentuk pendekatan yang peka terhadap konteks, menghargai keberagaman pengalaman serta kompleksitas sistem, sekaligus tetap berpijak pada kebutuhan manusia di dalamnya.

Jika pendekatan ini terasa selaras dengan kebutuhanmu, kamu bisa menjelajahi pilihan pendampingan yang tersedia.